Cara Mudah Menjadi Developer Properti

ilustrasi, perumahan sederhana

Harga properti semakin lama semakin melambung, sementara kebutuhan masyarakat akan perumahan sebagai kebutuhan primer (papan) setiap tahunnya mencapai sekitar 700.000 unit (data BPS), sedangkan kemampuan penyerapan rumah setiap tahun hanya sekitar 200.000 unit. Sementara pada 2012 BPS merilis backlog perumahan mencapai 13,6 juta.

Banyak yang ingin menekuni bisnis di bidang developer properti ini. Wuih itu luarrr biasa. Iya, karena semua orang dengan ilmu yang memadai dan semangat yang tinggi bisa kok menjadi developer properti. Selama ini image seorang developer itu harus orang yang mempunyai banyak uang karena ini adalah bisnis yang padat modal. Iya memang bisnis di sektor properti adalah bisnis yang memerlukan modal, namun modal bukan semata uang, bisa juga pengetahuan/ilmu adalah modal yang tak terhingga. Semangat seperti itu lah yang wajib dimiliki oleh seorang oleh setiap yang ingin menggapai mimpi. Nah disini saya akan coba bahas tentang bisnis properti, lebih mendalamnya tentang menjadi developer properti, susah nggak sih? Modalnya besar ya?

Jawabannya : Iya, susah! Susah-susah gampang. Hehe.. Modalnya gede ya? Iya modalnya gede 3T! Wow besar sekalim, nggak jadi ahh.. Tapi modal kan ga selalu berupa uang kan. Padahal 3T itu niaT+nekaT+semangaT, hihihi..

Nggak sekedar itu saja, selain ilmu tentunya, karena hal ini lah yang utama kita dalam melakukan sesuatu, tanpa ilmu manusia itu ibarat berjalan di kegelapan tanpa lampu, tanpa cahaya bulan, tanpa cahaya bintang dsb. Akan terporosok sana sini, jatuh terbentur sana sini dsb.

Beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk menjadi developer properti pemula

Mencari Lahan

Lahan adalah modal seorang developer tentunya, kalo nggak ada lahan mau ngembangin apa? Lahan yang seperti apa yang bisa dan layak untuk dikembangkan ada beberapa kriteria. Ada seperti ungkapan kalo bisnis properti itu yang terpenting 3L. Lokasi, Lokasi dan Lokasi. Lokasi memang penting, sangat penting bahkan, namun nggak harus selalu harus ditengah pusat kota, di jalan besar utama, harus deket stasiun, harus deket mall dsb. Namun memang lokasi yang sedikit lebih pinggiran tentunya harga jualnya nggak bisa sama dengan yang berlokasi di pusat kota. Namun di pinggiran tetap bisa dikembangin menjadi perumahan. Yang harus diperhatikan juga mengenai lahan antara lain :

  1. Luas lahan -> untuk menentukan rencana pengembangan nanti akan seperti apa
  2. Harga jual -> menentukan besarnya modal yang akan dikeluarkan dan juga berpengaruh pada harga jual rumah yang dibangun
  3. Lebar depan -> menentukan bentuk rencana pengembangan, lebar depan bagusnya minimal 20 meter
  4. Jenis sertifikat -> akan lebih bagus SHM, karena akan mempermudah perizinan
  5. Ada ahli waris atau tidak -> masalah perjanjian akan lebih mudah dan nggak ribet apabila dengan nama yang tercantum di sertifikat

Kalkulasi Kelayakan Lahan dengan Hitung Cepat

Setelah menemukan lahan yang akan dikembangkan, perlu untuk awalnya kita melakukan kalkulasi apakah lahan tersebut layak untuk dikembangkan. Layak untuk dijadikan apa? Ataukah ruko, perumahan cluster, atau perkantoran. Karena disini kita baru belajar, jadi kita belum bisa terlalu ahli mungkin awalnya untuk menilai kelayakan dan prospek lahan tersebut menguntungkan atau tidaknya dengan cepat. Kalo sudah terbiasa kita akan mempunyai skill yang ahli dalam melihat lahan kosong hanya dalam beberapa saat untuk menilai kelayakannya. Untuk pemula, bisa dikonsultasikan dengan mentor yang sudah berpengalaman. Karena masih pemula perlu seorang mentor lho..

Susun Perencanaan atas Lahan Tersebut

Anda bisa menggunakan konsultan yang ahlinya pada bidang ini. Perencanaan lahan menyangkut pembuatn siteplan atau gambar kawasan yang terdiri dari berapa kapling komersil, berapa besaran fasilitas umum, gambar jalan, lebar jalan, lebar kapling dan sebagainya.

 Gandeng Investor atau Ajak Kerja Sama Pemilik Lahan

Karena disini kita adalah developer pemula dengan modal 3T, alangkah baik jika kita menggandeng investor. Berika kepastian dan yakinkan investor bahwa proyek Anda benar-benar layak dan bagus prospeknya, bakalan laku kayak pulsa, kacang goreng sekarang sudah jarang yang jualan, hehe.. Karena prinsipnya investor butuh kepastian, mereka tidak akan mau mengeluarkan uang dalam jumlah banyak untuk membiayai hal yang belum pasti atau jelas akan mendatangkan untung untuk mereka. Untuk presentase bagi hasilnya akan lebih baik dibicarakan sampai ketemua mufakat saling menguntungkan. Kalo disini pembelian lahan sepenuhnya uangnya berasal sepenuhnya dari investor, sementara pemilik lahan menerima pembayaran cash, Anda bisa menawarkan untuk bagi hasil lebih besar untuk investornya. Kalo Anda mengajak kerja sama pemilik lahan, dengan sistem pembayaran bertahap, presentase bagi hasilnya juga bisa dibicarakan yang saling menguntungkan juga buat pemilik lahan

 Urus Perizinan

Setelah dicapai kesepakatan dengan pemilik tanah atau dengan investor. Proses perizinan adalah tahapan berikutnya yang harus Anda selesaikan. Setiap daerah proses dan ketentuan perizinannya bisa berbeda-beda lho. Anda bisa tanyakan dengan kenalan developer di daerah Anda kalo punya, hal itu akan lebih bagus dan kita lebih mudah untuk melalui setiap proses perizinannya

Pemasaran/Marketing

Yah, disini Anda sudah bisa mulai berjualan. Promosikan proyek Anda dengan gencar namun tepat sasaran dan efektif. Jangan sampe kita sudah susah payah kuras energi dan tenaga namun strategi marketing kita tidak berjalan dengan maksimal. Strategi untuk memasarkan proyek ada banyak cara diantarnya dengan memasang spanduk di tiap sudut yang mudah dilihat orang, bisa melalui internet, bisa dari mulut ke mulut, bisa dengan menyebarkan brosur, melalui pameran, iklan di media cetak dan masih banyak contohnya

Saatnya membangun ketika sudah mendapatkan konsumen, karena kita sebagai developer pemula belum mampu untuk menyediakan unit ready stock, bisa kita baru menanfaatkan fasilitas KPR indent yang ditawarkan oleh pihak perbankan. Gali informasi sana-sini tentang produk-produk yang ditawarkan perbankan di wilayah Anda. Atau kalu Anda sudah alokasikan sebagian dana untuk membangun rumah contoh dan fasum akan lebih bagus lagi. Namun semua kembali pada perencanaan Anda di awal seperti apa.Kalo perencanaan Anda sudah matang, hal ini bisa sangat memudahkan dalam memasarkan dan merampungkan proyek hasil akhirnya. Sebagai pemula, akan lebih baik Anda tidak bekerja sendirian, bisa menggandeng partner dari teman yang mengerti tentang seluk beluk bisnis ini, teman yang sudah berpengalaman dalam bisnis ini atau mentor Anda.

PS : Ada yang mau mengerjasamakan lahan untuk proyek mini developer?

Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: