Daily Archives: May 15th, 2013

Manfaat Air Putih Bagi Kesehatan Tubuh

air-dalam-tubuh-manusia

Tubuh manusia mengandung 55% sampai 78% air, tergantung dari ukuran tubuh. Untuk itu, tubuh memerlukan 1-7 liter air per hari untuk bekerja dengan baik dan terhindar dari dehidrasi. Jumlah yang tepat tergantung pada tingkat aktivitas, suhu, kelembaban, dan faktor lainnya. Secara umum manusia mengonsumsi minimal sekitar 2 liter (6 sampai 7 gelas) air putih setiap hari.

Ginjal merupakan salah satu organ tubuh manusia yang sangat vital, ginjal mempunyai pekerjaan yang sangat berat dan penting antara lain membersihkan racun dan mengeluarkan kotoran dari darah, mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh, serta mengeluarkan hormon yang membantu produksi sel darah merah. Nutrisi yang baik merupakan dasar dari kesehatan ginjal, terutama asupan air dan beberapa mineral yang terlarut, seperti natrium, fosfor, dan kalium. Air memiliki peranan penting dalam proses sistem saluran urin manusia, di mana merupakan media transportasi zat-zat yang tidak diperlukan tubuh dan membuangnya dalam bentuk urin. The European Food Safety Agency (EFSA) menyarankan asupan air setiap harinya harus memadai untuk menghasilkan volume urin sebanyak 1,6 liter untuk wanita dan 2 liter bagi pria. Untuk itu, sebaiknya mengonsumsi setidaknya 2 liter air putih sehari, sehingga jumlah urin yang dikeluarkan akan bertambah dan mengurangi konsentrasi garam serta mineral dalam tubuh.

Kapan waktu terbaik minum air putih? Minum air putih minimal satu gelas besar sesudah bangun pagi sangat baik untuk membersihkan tubuh dari racun yang mengendap dalam tubuh. Usahakan agar sebelum buang air kecil, Anda terlebih dahulu minum air putih agar racun terbawa keluar bersama dengan air seni. Terkait dengan sistem pencernaan, beberapa studi menunjukkan bahwa minum jumlah air yang sehat dapat mengurangi risiko kanker kandung kemih dan kanker usus besar. Air meleburkan konsentrasi gen penyebab kanker dalam urin dan memperpendek waktu virus di dalam kontak dengan lapisan kandung kemih. Air putih juga berkhasiat untuk membersihkan paru-paru dari berbagai radikal bebas yang masuk melalui hidung dan mulut. Menurut penelitian, tingkat dehidrasi sebesar satu persen saja dari berat badan Anda sudah bisa mengurangi fungsi-fungsi berpikir Anda. Otak memang membutuhkan banyak oksigen agar dapat berfungsi pada tingkat optimal. Dengan minum banyak air putih, Anda bisa memastikan bahwa otak telah terpenuhi kebutuhannya. Malahan, minum 8-10 cangkir air putih setiap hari bisa memperbaiki tingkat performa kognitif sebanyak 30 persen. Terkait dengan kecantikan, kurang cairan ternyata bisa menyebabkan sel-sel kulit mengerut. Maka dengan banyak mengonsumsi air akan membuat kulit terjaga elastisitasnya.

Orang yang terbiasa minum air putih lebih dari lima gelas dalam sehari, kemungkinannya untuk meninggal akibat serangan jantung turun 41 persen dibandingkan mereka yang hanya minum kurang dari dua gelas air putih sehari, demikian menurut studi selama enam tahun yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology. Selain itu, kebiasaan minum air putih dalam jumlah minimal lima gelas sehari juga akan mengurangi risiko kanker. Tubuh yang tak kekurangan cairan dapat mengurangi risiko kanker usus hingga 45 persen, kanker kandung kemih hingga 50 persen, dan kemungkinan juga mengurangi risiko kanker payudara.

Orang yang terbiasa minum air putih lebih dari lima gelas dalam sehari, kemungkinannya untuk meninggal akibat serangan jantung turun 41 persen dibandingkan mereka yang hanya minum kurang dari dua gelas air putih sehari, demikian menurut studi selama enam tahun yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology. Selain itu, kebiasaan minum air putih dalam jumlah minimal lima gelas sehari juga akan mengurangi risiko kanker. Tubuh yang tak kekurangan cairan dapat mengurangi risiko kanker usus hingga 45 persen, kanker kandung kemih hingga 50 persen, dan kemungkinan juga mengurangi risiko kanker payudara.

Cara Menghitung ROI (Return On Investment)

Dalam suatu usaha tentunya kita harus cermat dan jeli dalam melihat peluang usaha mana yang lebih menjanjikan dan menguntungkan atas uang yang akan kita tanamkan. Juga kita harus bisa menghitung apakah suatu usaha yang kita jalankan tersebut akan memberikan keuntungan seperti yang kita harapkan. Untuk itu perlu bagi kita untuk mengetahui tingkat keuntungan atas investasi yang telah kita lakukan dalam suatu usaha. Pun hal ini berlaku bagi investor sebelum melakukan investasi atas dana yang mereka miliki, perlu untuk mempertimbangkan tingkat ROI yang ditawarkan oleh rekan bisnis kita. Apa itu ROI?

roi

Pengertian ROI

ROI (singkatan bahasa Inggris : return on investment) atau ROR (singkatan bahasa Inggris: rate of return) – dalam bahasa Indonesia disebut laba atas investasi – adalah rasio uang yang diperoleh atau hilang pada suatu investasi, relatif terhadap jumlah uang yang diinvestasikan. Jumlah uang yang diperoleh atau hilang tersebut dapat disebut bunga atau laba/rugi. Investasi uang dapat dirujuk sebagai aset, modal, pokok, basis biaya investasi. ROI biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase dan bukan dalam nilai desimal. ROI tidak memberikan indikasi berapa lamanya suatu investasi. Namun demikian, ROI sering dinyatakan dalam satuan tahunan atau disetahunkan dan sering juga dinyatakan untuk suatu tahun kalendar atau fiskal. (wikipedia) ROI juga dikenal sebagai tingkat laba (rate of profit) atau hasil suatu investasi pada saat ini, masa lampau atau prediksi di masa mendatang. Atau bahasa sederhananya ROI merupakan pengembalian keuntungan atas investasi.

Cara menghitung ROI

ROI bisa juga diartikan sebagai rasio laba bersih terhadap biaya. Rumus menghitung ROI adalah sebagai berikut :

ROI = ( Total Penjualan – Investasi ) / Investasi x 100%

Misalnya, jika investasi sebesar Rp 10.000.000 menghasilkan penjualan sebesar Rp 15.000.000, berarti diperoleh laba sebesar Rp 5.000.000

Maka secara sederhana perhitungan ROI dalam presentase adalah = ((Rp 15.000.000 – Rp 10.000.000) / Rp 10.000.000) x 100% adalah sebesar 50%. Maka dapat disimpulkan tingkat ROI nya adalah sebesar 50%

Seringkali kita hanya berfokus pada margin keuntungan atas produk atau jasa, akan tetapi kita seharusnya juga menghitung ROI secara akurat untuk mendapatkan kepastian dan keyakinan bahwa usaha yang dijalankan mampu terus berkembang. Dalam menjalankan bisnis, seorang entrepeneur harus memperhatikan jumlah dana yang harus diinvestasikan dalam mencapai target penjualan, jumlah margin keuntungan yang diperoleh dan bagian dari margin keuntungan tersebut yang akan digunakan untuk mengembangkan bisnis. Apabila investasi yang dilakukan hanya menghasilkan margin keuntungan yang sedikit, maka usaha tersebut akan mengalami kesulitan untuk berkembang di masa yang akan datang dan bahkan dalam jangka panjang akan mengalami kegagalan. Sebagai contoh adalah investasi A sebesar Rp 1000 menghasilkan untung Rp 100 (ROI = 10%) dibandingkan dengan investasi B Rp 100 menghasilkan untung Rp 50 (ROI = 50%). Investasi B memberikan jumlah/nominal lebih kecil namun rasio ROI nya jauh lebih besar daripada investasi A. Bisa kita katakan dalam hal ini investasi B lebih baik dibandingkan dengan investasi A.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.